Harga Terjangkau, Bioskop Rakyat Kembali Hadir di Jakarta

| Diterbitkan Pada:
Keterangan Foto:
Bagikan:

Jakarta, LiraNews – Bioskop rakyat yang telah beroperasi sejak Juni diresmikan Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan. Peresmian Indiskop beberapa waktu lalu menjadi sebuah babak baru untuk membagun kesetaraan.

Indiskop ini menjadi kesempatan bagi masyarakat Jakarta untuk bisa menonton di bioskop dengan harga yang terjangkau. Hal ini penting sekali, supaya warga Jakarta bisa memiliki ruang interaksi. Dengan adanya ruang interaksi, perasaan kebersamaan dan kedekatan itu akan muncul lewat tempat-tempat seperti ini.

“Babak baru bioskop untuk rakyat yang ada di Jakarta. Indiskop ini menjadi kesempatan bagi masyarakat Jakarta untuk bisa menonton di bioskop dengan harga yang terjangkau,” ujar Anies saat meresmikan bioskop rakyat Indiskop yang berlokasi di Pasar Teluk Gong, Jakarta Utara.

Namun, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengingatkan, masyarakat untuk menjaga kebersihan, , kerapihan, ketertiban serta tidak merusak fasilitas yang ada di dalam bioskop. Anies juga berharap bioskop ini jadi fasilitas masyarakat bisa menonton film di bioskop dengan harga yang terjangkau.

“Harga boleh murah, pengelolaan penuh dengan nuansa Indonesia, tapi begitu sampai kebersihan, tunjukkan tempat ini sama bersih dan modern dengan tempat-tempat lain yang harga tiketnya mahal,” kata dia.

Pemprov DKI Jakarta akan terus berkolaborasi bersama para pemangku kepentingan, untuk menghadirkan Bioskop Rakyat Indiskop lainnya di tiap wilayah Ibu Kota Jakarta. Karena Pasar Jaya saat ini memiliki 153 pasar di berbagai lokasi strategis Jakarta, dengan pengunjung harian 1-2 juta orang.

“Kita akan terus mendorong hadirnya bioskop rakyat ini, terutama di tempat-tempat di mana tantangan sosial ekonominya tinggi. Bila di Jakarta bisa dikerjakan InsyaAllah bisa jadi contoh di tempat lainnya,” kata Anies.

Manajer Operasional Indiskop Almi Rusdi mengatakan hanya film Indonesia yang akan diputar di bioskop tersebut. “Perlu digarisbawahi, konsep bioskop ini memang inginnya agar semua kalangan bisa menonton. Film-filmnya hanya film Indonesia, itu juga akan dipilih kembali film yang mendidik,” kata Almi.

Bioskop ini adalah hasil kolaborasi Pemprov DKI Jakarta melalui Perumda Pasar Jaya dengan PT. Kreasi Anak Bangsa (Keana Films-Production) dan Badan Ekonomi Kreatif Ekonomi Kreatif Indonesia (Bekraf). Bioskop Rakyat yang berada di Pasar Teluk Gong, Jakarta Utara ini berkonsep “Edusinema, Ruang Kreatif, Kuliner Indonesia”.

Hadirnya Indiskop ini memberikan akses dan memperluas kesempatan menonton film bagi masyarakat menengah ke bawah, serta turut memberikan kesempatan bagi film Indonesia agar bisa makin dinikmati oleh masyarakat secara lebih luas. Selain itu, Bioskop Rakyat ini memberikan nilai tambah ekonomi untuk sektor ekonomi kreatif dan UKM. Karena di Bioskop Rakyat ini disediakan tempat untuk berjualan bagi para UKM.

Selain bioskop, Indiskop juga memiliki ruang kreatif dan edukasi untuk masyarakat. Ruang itu, kata Almi, bisa digunakan sebagai wadah bedah film hingga workshop.

Fasilitas dan pelayanan yang disuguhkan Indiskop tak jauh berbeda dengan bioskop pada umumnya. Perbedaan hanya terlihat dari konsepnya yang lebih sederhana. Kursi terasa nyaman, pendingin ruangan berfungsi, kamera CCTV terpampang di beberapa sudut, audio dan layar yang digunakan tak mengecewakan. Beda hanya terletak pada kenyamanan, juga aturan yang masih tampak bebas.

Pembangunan bioskop itu dilakukan Pemprov DKI bersama dengan Perumda Pasar Jaya dan PT. Kreasi Anak Bangsa (Keana Films-Production) serta Badan Ekonomi Kreatif Ekonomi Kreatif Indonesia (Bekraf).

Indiskop ini terdiri dari dua studio dengan 110 kursi penonton setiap studionya. Selain itu, pada Senin hingga Jumat harga tiket dijual Rp18 ribu. Sedangkan pada akhir pekan, tiket bioskop rakyat ini dijual seharga Rp25 ribu. Film diputar pada pukul 13.00 WIB setiap harinya selama sosialisasi. LN-AZA

 

Thu Oct 10 , 2019
Makassar, LiraNews – Saat ini keinginan para penghasil limbah untuk melakukan pengelolaan Limbah B3 dan limbah lainnya secara benar sesuai ketentuan dan berwawasan lingkungan terus meningkat. Berdasarkan PP Nomor 101 Tahun 2014, Pengelolaan Limbah B3 merupakan suatu rangkaian kegiatan yang mencakup pengurangan, penyimpanan, pengumpulan, pengangkutan, pemanfaatan, pengelolaan dan/atau penimbunan. Dalam […]